Selasa, 28 Desember 2010

SISTEM BILANGAN

Signal adalah sifat kelistrikan yang akan diolah oleh rangkaian elektronik
Jenis signal :
1. Signal Analog : signal yang bersifat kontinu (tidak terputus terhadap perubahan waktu)
Diagram



contoh pemakaian : lampu, radio analog, loud speaker, motor listrik
2. Signal digital : signal yang bersifat diskontinu (terputus dengan perubahan waktu)

Diagram


Sistem Bilangan
berbagai jenis sistem bilangan :

1. Sistem bilangan Decimal
2. Sistem bilangan Hexadecimal
3. Sistem bilangan Oktal
4. Sistem bilangan Biner

Bilangan Decimal
Bilangan Biner
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
0000
0001
0010
0011
0100
0101
0110
0111
1000
1001
Mengapa Bilangan Binary dipakai dalam sistem Operasi ?
  1. Data dapat dengan mudah disandikan dengan bilangan biner dan mudah direalisasikan dengan sinyal digital.
    misalnya : angka 510 = 01012
  2. Program lebih mudah disusun berdasarkan data-data biner. Contoh : Instalasi sederhana untuk Bahasa Assemble
    00 0000 LDA artinya Load Akumulator
    00 0001 ADD tambahkan isi register umum dengan Akumulator
    00 0010 SUB Substraksi antara register dengan Akumulator
  3. Transistor ditemukan
    simbol transistor


    Contoh : Register dari Transistor

  • Binary To Decimal
    Bobot Decimal : menyatakan nilai perbandingan yang dimiliki oleh setiap digit bilangan decimal
    contoh: 257310 = 2x103 + 5x102 + 7x101 + 3x100

    Bobot Binary : 11102 = 1x23 + 1x22 + 1x21 + 0x20

    Cara mengkonversi binary ke decimal dengan memperhatikan bobot balik setiap digit bilangan decimal
    Contoh :
    a. 101010112 = ......... 10
    1x27 + 0x26 + 1x25 + 0x24 + 1x23 + 0x22 + 1x21 + 1x20

    128+0+32+0+8+0+2+1 = 17110

    b. 00112 = ......... 10
    0x24 + 0x23 + 1x22 + 1x21 + 1x20

    0+0+2+1 = 310

  • Decimal To Binary
    a. 310 = 0011 2



    b. 1310 = 1101 2

RANGKAIAN LOGIKA

Rangkaian yang mengolah signal-signal digital dari sandi tertentu menjadi sandi-sandi digtial lain yang diperlukan.
Komponen dasar Rangkaian Logika :
1. Inverter Gate
Komponen digital dengan karakterisktik dinyatak dalam tabel kebenaran (truth table) berikut :

In
Out
0
1
1
0

Simbol komponen inverter

Rangkaian internal inverter adalah transistor.

Penyanggah dan Buffer

komponen inverter sering disebut penyanggah

dan komponen inverter serial disebut buffer (penyanggal)
   
Karakteristik
In
Out
0
1
0
1
2. OR Gate
simbol :

sifat/karakter OR Gate untuk 2 sifat :

A B Y
0
0
1
1
0
1
1
1
0
1
0
1
sedangkan secara umum sifat OR Gate, yaitu : jika salah satu input berlogika 1 maka output = 1
Rangkaian internal OR Gate adalah dioda sebagai berikut :

contoh : buat dekoder decimal to binary dengan karakteristik
Dec Y1 Y0
0
1
2
3
0
0
1
1
0
1
0
1
3. AND Gate
komponen digital dengan karakteristik
A B Y
0
0
1
1
0
1
0
1
0
0
0
1
   


Karakteristik umum AND Gate :
jika salah satu inputan berlogika = 0 maka outputny = 0
Rangkaian internal AND Gate

contoh : buatlah rangkaian yang mampu mentransfer data 4 bit secara serentak dari register A ke register B !
jwb:


Keterangan:
saat terminal Enable=0, isi register A tidak sama dengan register B
saat terminal Enable=1, isi register A sama dengan register B
Misal : A3 A2 A1 A0 = 01102
Mula : B3 B2 B1 B0 = 00002
Enable = 0
Maka : B3 B2 B1 B0 = 00002
Enable = 1
Maka : B3 B2 B1 B0 = 01102

GERBANG LOGIKA

Gerbang logika atau sering juga disebut gerbang logika Boolean merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya. Gerbang logika dapat mengkondisikan input – input yang masuk kemudian menjadikannya sebuah output yang sesuai dengan apa yang ditentukan olehnya. Terdapat tiga gerbang logika dasar, yaitu : gerbang AND, gerbang OR, gerbang NOT. Ketiga gerbang ini menghasilkan empat gerbang berikutnya, yaitu : gerbang NAND, gerbang NOR, gerbang XOR, gerbang XAND.

Berikut tabel kebenaran gerbang logika:

1. Gerbang Inverter (NOT)
Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluarannya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Gerbang Logika INV pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7404.
2. Gerbang AND
Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. Gerbang Logika AND pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7408.
3. Gerbang OR
Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah. Gerbang Logika OR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7432
4. Gerbang X-NOR
Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR). Gerbang Logika X-NOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 74266.
5. Gerbang NOR
Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukannya bernilai rendah. Gerbang Logika NOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7402.
6. Gerbang XOR
Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua. Gerbang Logika XOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7486.
7. Gerbang NAND
Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi. Gerbang Logika NAND pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7400.
Rangkaian aritmatika dasar termasuk ke dalam rangkaian kombinasional yaitu suatu rangkaian yang outputnya tidak tergantung pada kondisi output sebelumnya, hanya tergantung pada present state dari input.

  • Half Adder dan Full Adder
Sebuah rangkaian kombinasional yang melaksanakan penjumlahan 2 digit biner disebut dengan half adder, sedangkan rangkaian yang melaksanakan penjumlahan 3 bit disebut full adder. Rangkaian full adder dapat tersusun dari dua buah half adder. Di pasaran rangkaian full adder sudah ada yang berbentuk IC, seperti 74LS83 (4-bit full adder).

  • Half Substractor dan Full Substractor
Rangkaian half substractor hampir sama dengan rangkaian half adder. D (Difference) ekivalen dengan S (sum), dan B (borrow) ekivalen dengan C (carry) pada half adder. Kedua rangkaian ini melakukan operasi pengurangan biner. Half substractor untuk pengurangan satu bit biner, sedangkan full substractor untuk pengurangan lebih dari satu bit biner.
  • Decoder
Decoder adalah rangkaian kombinasional logika dengan n-masukan dan 2n keluaran yang berfungsi mengaktifkan 2n keluaran untuk setiap pola masukan yang berbeda-beda. Hanya satu output decoder yang aktif pada saat diberi suatu input n-bit. Sebuah decoder biasanya dilengkapi dengan sebuah input enable low sehingga rangkaian ini bisa di on-off-kan untuk tujuan tertentu. Fungsi enable untuk meng-aktif-kan atau men-tidak-aktif-kan keluarannya.

  • Priority Encoder
Sebuah Priority encoder adalah rangkaian encoder yang mempunyai fungsi prioritas. Operasi dari rangkaian priority encoder adalah sebagai berikut :
jika ada dua atau lebih input bernilai 1 pada saat yang sama, maka input yang mempunyai prioritas tertinggi yang akan diambil. Kondisi x adalah kondisi don`t care, yang menyatakan nilai input bisa 1 atau 0.
  • Multiplexer
Multiplexer merupakan rangkaian logika yang berfungsi memilih data yang ada pada input-nya untuk disalurkan ke output-nya dengan bantuan sinyal pemilih atau selektor. Multiplexer disebut juga sebagai pemilih data (data selector). Multiplexer adalah rangkaian yang memiliki fungsi untuk memilih dari 2n bit data input ke satu tujuan output.

SISTEM DIGITAL

Perkembangan teknologi dalam bidang elektronika sangat pesat, kalau beberapa tahun lalu rangakaian elektronika menggunakan kompenen tabung hampa, komponen diskrit, seperti dioda, transistor, maka sekarang sudah lain, yaitu menggunakn sistem digital, dan dalam peralatan digital penyajian data atau informasi merupakan susunan angka-angka yang dinyatakan dalm bentuk digital (rangkaian logika). ada beberapa raangkaian dasar dari logika digital, yaitu gerbang NOT, gerbang AND, gerbang OR, gerbang NAND, gerbang NOR, gerbang XOR, gerbang XNOR. Mata kuliah sistem digital bertujuan agar mahasiswa memahami cara yang sistematis dalam menspesifikasikan, merancang dan menganalisa sistem digital.
unuk selengkapnya klik di sini